Wise Words
November 26th, 2007 by nyun-sinyoWISE WORDS
Tuhan, adili aku kalo aku berbuat salah…
tetapi ampunilah orang lain yang berbuat salah terhadapku…
Amien
WISE WORDS
Tuhan, adili aku kalo aku berbuat salah…
tetapi ampunilah orang lain yang berbuat salah terhadapku…
Amien
It’s
too long to wait…
Menunggu…
Aku paling tidak suka menunggu.
Apalagi menunggu sesuatu yang tidak pasti.
Kalo aku sampai menunggu berbulan-bulan
Paling nggak hal itu pasti sangat berarti
Sayang hal yang berarti itu tak tahu bahwa dia
berarti
It’s too long to wait
That my feeling doesn’t take request back
Salahkah aku menghidar dan menjauh ?
CAMP SISWA 2007
FINALLY !!!
camp siswa 2007 banyak membawa kenangan indah di dalam hari-hariku mengikut Tuhan…
hampir tak terkatakan bagaimana sayangnya Tuhan ke aku dan semua anak-anakNya.
betapa berharganya aku dan semua orang di bumi ini di mataNya.
sampai aku tidak bisa menahan airmataku karena aduh hal sepele…
aku cuma melihat anak-anak YPAC yang ikut camp siswa tahun ini. mereka belajar mengikuti, mandiri, dan mengenal Yesus.
aku jauh lebih beruntung dari mereka.
aku jauh lebih dari mereka.
untuk itulah aku harus jauh lebih bersyukur dari mereka.
misa panggilan…
banyak yang ter-…
ya you know lah !
wow !
Allah kita luar biasa !
bahkan aku dalam kondisi yang nggak fit berangkat dengan mata…heuehehe… dan demam yang naik turun nggak jelas.
di sana !
wow !
dijagai luar biasa sama Allah.
bahkan suster Angelica sampe kasih kita vitamin yang ber-dus-dus. wow ! thanks, suster !
dan di akhir camp, seperti biasa, berat badan tambah tambun.
hehehehe….
padahal capeknya luar biasa hampir kayak zombie gitu tapi tetep tambun !
memang anak domba itu memang tambun2 (heheheh… apa hubungane ?!)
finally,
thanks God,
you’re so amazing !
semoga banyak anak-anakMu menanggapi kerinduan panggilan pelayanannya.
Gbu all !
Benere….
kenapa ya di dunia ini harus ada kesedihan ?
kenapa ya di dunia ini juga ada sukacita ?
kenapa di dunia ini harus ada ketidakadilan ?
kenapa banyak di dunia ini berjalan tidak semestinya ?
tahun ini benere…
aku juga nggak tahu harus bilang darimana…
jadi speechless.
STILL MISSING…
20 April nanti mama genap 100 hari meninggalkanku…
still missing…
still miss her so much…
kangen ma…
–Yunita–
"MIMPI"
Baru-baru
ini aku lagi tertarik sama lagunya Anggun yang judulnya "MIMPI"
Mungkin
sahabat-sahabatku terkasih, kamu sudah pernah mendengarnya ?
Atau
kalau belum, cobalah untuk mendengarkannya.
Dalam
hitam gelap malam kuberdiri melawan sepi
di
sini, di pantai ini telah terkubur sejuta kenangan
dihempas
keras gelombang, yang tertimbun batu karang
yang
takkan mungkin dapat terulang.
wajah
putih pucat pasi tergores luka di hati
matamu asmara yang telah ternoda
membuka kisah kasih
hapuskan
semua khayalan
hilangkan
satu harapan
kemana
lagi harus mencari
kau
sandarkan sejenak beban ini
kau
taburkan perih kasih hanyalah emosi
REFF
: Melambung jauh, terbang
tinggi bersama mimpi
tenggelam dalam lautan
emosi
setelah aku sadar kini,
kau tlah jauh pergi
tinggalkan mimpi yang
tiada bertepi
Coda
: kini hanya rasa rindu
merasuk di dada
serasa terbang melayang
pergi
terbawa arus kasih membara
LOST
Tidak
setiap orang mengerti apa arti dari sebuah kehilangan.
Tetapi
mereka pasti pernah mengalaminya.
Entah itu
nanti atau kini telah menjadi masa lalu.
Bagiku,
kehilangan itu adalah saat ini.
Sahabatku
pernah berkata, " Kau tak perlu menjadi sempurna supaya kamu pantas untuk
dicintai."
Itulah
yang membuat cinta begitu agung karena ia menciptakan keagungannya sendiri.
Ma, aku
masih saja merasakan kehilanganmu.
Aku masih
saja merasakan cinta kepadamu.
Dan
airmataku seolah tidak pernah mengering lagi kini.
Ia tumbuh
dengan subur membanjiri hatiku.
Lagi dan
lagi….
Tertanggal,
13 Maret
2007
<2
bulan sudah engkau pergi, Ma… Akankah kembali ?>
TO YOU,
MOM…
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti keluhanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti kemarahanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti teriakanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti senyumanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti kelelahanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti kesedihanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti kebahagiaanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti airmatamu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti kelembutanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti omelanmu
Mungkin
aku tidak pernah mengerti arti cintamu
but you,
still you, Mom…
still
loving me and always…
never
stop and become unending love…
PS : bagi
sahabat-sahabatku terkasih dimanapun kamu berada…
aku nggak tahu sampai kapan tulisan mengenai kesedihanku ini akan
berakhir.
karena tiap kali aku ingat mama, aku
akan menulisnya dan terus menulisnya.
tapi kalo kamu jadi bosan, aku
mengijinkanmu untuk menghapus dari inboxmu.
terima kasih sebelumnya dan Tuhan
memberkati kita semua.
Me,
<with
fully basket of tears>
TWENTY
YEARS…AGO AND NOW…
Masih
terbayang dengan jelas saat itu tanggal 29 April 1987 sore hari
sekitar hampir jam 6, papaku yang tercinta mendadak tidak bisa
berbicara dan demam tinggi. Mirip gejala stroke gitu. Papa yang di
mataku nggak pernah mengeluh kesakitan, papa yang di mataku nggak
pernah sesakit itu, sore itu menghembuskan nafas terakhirnya. Umurku
masih 4 tahunan waktu itu dan aku dianggap seorang anak kecil yang
harus dilindungi waktu itu. Siapa saja yang ada di sana tidak
langsung memberitahuku mengenai kematian itu. Namun dalam memory masa
kecilku aku melihat semuanya, aku melihat mamaku menjerit dengan
histeris dan pingsan beberapa kali sesudahnya sampai pemakamannya
nanti. Semua orang pun tampak terkejut dan merasakan aura kesedihan
itu. Aku adalah seorang anak kecil, balita bahkan yang tidak
bener-bener mengerti apa yang terjadi, mencoba mengerti meski aku
terbentur pada bayang-bayang semu.
Hari
ini sabtu kliwon, 13 Januari 2007 aku harus menerima kenyataan pahit
lagi bahwa kejadian 20 tahun lalu akan terulang hari ini. Mama yang
sudah kehilangan separuh jiwanya ketika papa nggak ada dulu, mama
yang mencoba bangkit dari keterpurukan dan kesedihan dulu, mama yang
jadi tulang punggung keluarga sejak papa nggak ada, mama yang
bagaikan pohon jati di tengah badai, mama yang terbaik……juga
meninggalkanku. Aku nggak menyangka bakal secepat ini. Aku nggak
menyangka kejadian 20 tahun lalu akan terulang di hari ini. Aku sama
sekali nggak menyangka !
Aku
masih ingat waktu itu rabu dini hari kira-kira jam setengah satu pagi
aku berangkat naik bus dari Surabaya ke Semarang. Aku nggak peduli
bahkan aku sampai atau nggak ke Semarang. Yang kurasakan saat itu aku
sangat pengin ketemu mama, pengin menghiburnya, pengin tersenyum buat
dia, pengin berbuat yang terbaik buat dia, pengin melakukan sesuatu
yang membuat mamaku tersenyum kembali. (Sejak masuk RS, mama sudah
kehilangan senyumannya) Aku sampai di Semarang dan masih bertemu mama
meskipun aku melihat sisa-sisa keletihan di usia senjanya tergambar
jelas di pelupuk matanya. Aku harus rela menahan airmataku yang
seperti bendungan jebol rasanya. Aku bahkan berteriak kepada Tuhan,
aku mau menggantikan kedudukannya di RS daripada aku harus melihat
semuanya itu. Berbagai macam selang ada di tubuhnya. Aku nggak tega
Tuhan……… Aku nggak tega…………… Semalaman aku berseru
dan berteriak-teriak kepada Tuhan. Aku bahkan bilang sama Tuhan,
sampai kapanpun Tuhan, aku akan menggedor pintu surgaMu ! Aku akan
menggedor terus sampai Kamu sembuhkan mamaku. Saat itu aku lupa…
Yang harus kuminta seharusnya adalah
yang terbaik buat mamaku, tapi aku sibuk dengan segala pikiranku
sendiri. Aku sibuk membendung airmataku yang beranak sungai. Aku
sibuk dengan perasaa-perasaanku sendiri. Aku lupa……aku lupa satu
hal. Bahwa Tuhan juga ada di sana ketika aku menangis tanpa
sepengetahuan mama. Aku lupa bahwa Tuhan juga ada di sana menangis
bersamaku. Aku lupa bahwa Tuhan ada di sana merasakan apa yang
kurasakan. Aku lupa Tuhan ada di sana tanpa sedikitpun kata, tanpa
sedikitpun ceramah, tanpa sedikitpun tawa… Dia hanya ada di sana,
melihatku, menangis bersamaku, memegang tanganku, dan tetap
menyayangiku. Aku lupa……aku lupa……
Dan
ketika mamaku gawat di ICU, ada rasa sesal di dalam hatiku yang tak
bisa kupungkiri bahwa aku menyesal, aku kecewa…andaikan aku tidak
balik Surabaya kamis malam. Andaikan hari sabtu itu pesawatku lebih
cepat, aku mungkin masih bisa menggenggam tangan mama untuk terakhir
kali. Aku terlambat…………
Masih banyak pertanyaan “kenapa”
dalam hatiku…
Masih banyak penyesalan di dalam
hatiku…
Masih banyak yang ingin kusampikan
kepada mama…
Ya
! 20 tahun sudah mama bertahan dengan segenap kegalauan hati,
kegembiraan, kesedihan, dan semua rasa yang hanya mama saja yang
tahu. Bahwa pada saat papa meninggal, aku merasakan separuh jiwanya
juga ikut terkubur bersama papa waktu itu. Dan 20 tahun ia menanti
anaknya beranjak dewasa, mandiri, dan bahagia.
Mama bagaikan pohon jati kami di
tengah badai dunia. Dan semenjak aku berumur 4 tahun, aku sudah
memgang erat pohon jati itu. ketika semuanya terenggut dengan “paksa”
seperti sekarang, aku terluka… aku terluka, Tuhan…
Kepada siapa lagi Tuhan, aku harus
mengadu ? Kepada siapa lagi Tuhan, aku harus mengeluh ? Kalo bukan
kepadaMu……
Aku
tidak bisa memungkiri bahwa aku terluka…mungkin masih membekas dan
masih basah. Dan aku tidak tahu sampai kapan luka ini akan sembuh.
Yang aku tahu, kini aku yatim piatu. Kini aku takkan lagi menjumpai
sosok sayang seorang mama yang persis sama seperti mamaku. Aku takkan
lagi bisa menyaksikan mama tersenyum ketika aku memakai toga dan
wisuda, aku takkan lagi bisa pulang ke rumah dan kalo aku sudah
sampai di pintu depan rumahku, aku akan teriak-teriak, “MAMA !
Anakmu sudah pulang,,,,,,,hehehehe………”
Aku takkan lagi bisa melakukan semua
itu……
Pedih
…………
Perih
…………
Sepi
…………
Sendiri ………
Ma,
cintamu akan selalu hidup dalam sanubariku, sekalipun aku amnesia
atau sudah hilang ingatan………
Ma,
selamat jalan……… semoga bahagia dan abadi di sisi Bapa di
Surga.
Ma, aku sayang sama mama………
Your lovely daughter,
Yunita Amalia Tjahjadi
<airmata ini serasa tak pernah bisa
kering>
Nggak ada mama…
sepi….
bener - bener sepi…
sendiri…
sepi….
sendiri…
sepi….
sendiri…
sepi….
sendiri…
sepi….
sendiri…
sepi….
……………………………………………….